SMA Negeri 1 Maronge

Belajar Daring Masa Pandemi COVID-19

Melandanya pandemi Covid-19 khususnya di Indonesia,memberikan dampak yang besar, salah satunya sektor pendidikan. Sebagai contoh, dibatalkannya ujian nasional, rapat guru yang dilakukan secara daring, serta pembelajaran yang berlangsung secara daring (dalam jaringan).

Di tengah masa pandemi ini, pelaksana pembelajaran khususnya bagi guru harus dituntut beradaptasi untuk melakukan kegiatan pembelajaran yang sesuai agar pendidikan tetap berjalan walaupun dalam masa pandemi.

Kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) salah satunya belajar di rumah. Proses belajar mengajar dilaksanakan melalui pembelajaran daring (dalam jaringan) atau online dengan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Para guru dan siswa memanfaatkan berbagai aplikasi agar proses pembejalaran dapat berlangsung. Adapun aplikasi yang dimanfaatkannya berupa WAG (WhatsApp Group), Quipper School, Google form atau aplikasi lain yang relevan.

Pelaksanaan pembelajaran di rumah (daring) antara siswa dan guru khususnya di sekolah kita SMAN 1 Maronge, mulai diberlakukan sejak dikeluarkannya kebijakan Pemerintah yakni tanggal 16 Maret sampai batas yang belum ditentukan.

Hal itu menuntut para guru SMAN 1 Maronge memberikan tugas kepada siswa melalui aplikasi WAG dan aplikasi lainnya, yang tentunya aplikasi-aplikasi tersebut membutuhkan data internet yang cukup besar. Dalam menyikapi hal tersebut kepala sekolah SMAN 1 Maronge, Bapak Saparuddin S.Pd,.M,Pd. memberikan wewenang kepada Bendahara sekolah yang menangani urusan Dana BOS, yakni Bapak Muhammad Darwin Sastrawan, S.Pd. untuk memfasilitasi para guru/memberikan biaya internet sesuai dengan nominal yang ditentukan. Hal tersebut dilakukan guna tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan.

Terlepas dari hal tersebut, tugas yang diberikan guru melalui berbagai aplikasi tersebut diatas kepada siswa sesuai dengan jadwal belajar yang sudah ditentukan sebelumnya oleh Wakasek urusan Kurikulum yakni Bapak Indra Jaya S.Pd. “Pemberian tugas melalui berbagai aplikasi sesuai dengan jadwal pembelajaran yang  sudah dirancang sebelumnya” Ujar Pak In panggialan akrab beliau.

Dalam aplikasi yang dimanfaatkan oleh guru tidak semua siswa bergabung dikarenakan beberapa kendala. Salah satunya sebagian siswa tidak memiliki smartphone dan komputer yang terkoneksi dengan internet. Dalam menyikapi hal tersebut,  Kepala Sekolah bersama Tim Kurikulum dan Pembelajaran mengadakan rapat dengan putusan memberikan tugas kepada Wali kelas dengan didampingi guru BK untuk mengunjungi rumah siswa-siswa yang tidak aktif dalam belajar daring. Hal tersebut dilakukan agar siswa tidak ketinggalan dengan teman yang selalu aktif pada proses pembelajaran.

Setelah guru BK dan Wali kelas melakukan kunjungan ke rumah siswa-siswa yang tidak aktif belajar daring, maka dapat disimpulkan beberapa masalah/kendala yang mereka alami yakni sebagian dari mereka tidak memiliki smartphone, dan ada yang tidak memiliki kouta internet. Menyikapi hal tersebut wali kelas meminta kepada guru mata pelajaran agar mendata siswa-siswa yang tidak pernah aktif untuk diberikan tugas secara langsung.

Respon siswa dalam melaksanakan belajar daring ini, mereka cukup antusias dan bersemangat, tidak sedikit dari mereka mengirim tugas malalui aplikasi masengger dengan alasan tidak memilki aplikasi WhatsApp.

Harapan Kepala Sekolah, Guru-guru  dan siswa SMAN 1 Maronge, agar keadaan segera membaik, dan pembelajaran dapat dilakukan secara lebih efektif seperti sebelumnya.

 

Penulis

Riza Media Lesmana, S.Pd

Guru Bahasa Indonesia

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *