Memasuki Tahun Pelajaran 2020/2021, SMA Negeri 1 Maronge akan melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara Daring, Luring ataupun Kombinasi. Hal itu dilakukan selaras dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Gubernur provinsi NTB Nomor : 420/3320.UM/Dikbud tanggal 7 Juli 2020 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran di Satuan Pendidikan pada Tahun Pelajaran 2020/2021 di Masa Pandemi COVID-19 yang menjelaskan bahwa Pembelajaran secara tatap muka di Satuan Pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat di daerah zona Hijau, Kuning, Orange dan Merah di Masa Pandemi COVID-19 TIDAK DIPERKENANKAN. Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor : 420/3266.UM/Dikbud tentang Layanan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021.
Silakan unduh (download) Surat Edaran Kepala Dinas Dikbud NTB disini Surat Edaran MPLS dan BDR Fase II
Sistem Belajar Dari Rumah akan dilakukan secara Daring ataupun kombinasi. Kegiatan mengajar guru moda Daring menggunakan berbagai media online seperti WhatsApp Grup, Google Classroom,Youtube, Facebook, dan lain sebagainya. Tergantung dari guru mata pelajaran akan memakai portal online yang mana. Sedangkan kegiatan Luring yang dikhususkan bagi peserta didik yang tidak memiliki perangkat akan dilayani oleh Bapak Ibu wali kelas serta guru BK dengan cara mengunjungi rumah (Home Visit) terhadap peserta didik yang dimaksud.
“Silahkan Bapak/Ibu guru menggunakan aplikasi berbagai aplikasi yang Bapak Ibu fahami, sepenuhnya diserahkan kepada Bapak Ibu dengan tetap memperhatikan kondisi dan keadaan anak/siswa, sehingga siswa tidak terbebani. Usahakan siswa merasa nyaman dan mudah saat kegiatan Belajar Dari Rumah”, jelas Saparuddin, S.Pd.,M.Pd selaku Kepala Sekolah saat memberikan sambutan pada kegiatan Workshop Pemanfaatan Classroom dan Zoom dalam Pembelajaran Daring Tahun Pelajaran 2020/2021 (selasa, 14/07).
Kegiatan belajar dengan sistem BDR, akan dilaksanakan sejak tanggal 13 Juli hingga tanggal 12 September 2020. Setelah itu kegiatan sekolah akan mulai normal sesuai dengan Keputusan Kepala Dinas Dikbud Provinsi NTB setelah sekolah mengajukan ijin untuk bisa melaksanakan kegiatan Tatap Muka (TAMU) yang nantinya siswa dan guru dapat masuk kembali pada tanggal 14 September 2020.
“Mulai tanggal 14 September 2020, kegiatan belajar di sekolah mulai dilaksanakan. Tapi tidak akan full masuk seperti biasa. Kita akan menggunakan dua pilihan, yaitu sistem blok atau sistem shift”, terang pak Din sapaan akrab Kepala Sekolah.

